Ikhsan
FIRST DAY TO SCHOOL: Hari Senin tanggal 14 Juli 2008 adalah hari bersejarah buat Ikhsan, karena hari ini dia secara resmi memulai langkah kecilnya dengan bersekolah untuk mencapai cita-cita besarnya menjadi seorang pembuat ROBOT yang handal. Dengan baju dan celana yang agak kedodoran karena kebesaran dia dengan semangat menyatakan SIAP! untuk bertemu dengan teman-teman baru dan guru-guru barunya. Terharu juga melepas Ikhsan waktu turun dari mobil dan melangkah masuk ke gerbang sekolah dasar, jadi ingat bagaimana dulu kita juga masih diantarkan oleh orang tua masing-masing di hari pertama sekolah dasar. Ada yang masih menangis mencari-cari ortunya, ada yang cuek saja, ada yang berdandan lengkap, bahkan ada juga yang sudah mulai usil. Jadi teringat pepatah bahasa inggris yang bilang “there is always the first time” untuk segala hal.
Sebenarnya hari senin itu tidak bisa dibilang hari pertama sekali, karena hari kamis dan jum’at minggu sebelumnya Ikhsan sudah harus masuk ke sekolah memakai baju bebas dan olahraga untuk kegiatan orientasi sekolah. Tapi karena belum resmi, jadilah tanggal 14 itu dipilih sebagai hari bersejarahnya.
Kegiatan orientasi hari Jum’at diisi dengan penanaman bunga oleh siswa baru, semangat pelestarian lingkungan nampaknya mulai ditanamkan kepada siswa seklah dasar sejak dini. Kita lihat bagaimana perkembangan tanaman itu nanti, apakah masih terus terawat? Mudah-mudahan saja pak dan bu Guru masih meminta siswa-siswanya untuk menyirami dan merawat tanaman yang mereka tanam. Baju olah raga yang dipakai Ikhsan sebenarnya adalah kepunyaan mas Alif kaka sepupunya, itu karena baju Ikhsan sendiri ternyata kebesaran tidak ketulungan. Ternyata pesannya dulu salah nomor besar, dengan harapan tidak sebesar yang didapatkannya itu.
Singkatnya masa orientasi dan hari pertama masuk sekolah sudah dilalui dengan sukses oleh Ikhsan, dia cerita juga kalau sudah kenal dengan beberapa teman sekelasnya. Orang tua kadang banyak yang terlalu khawatir tentang kemampuan anaknya dalam menghadapi sekolah barunya. Kita sering lupa kalau anak-anak punya “cara”nya sendiri dalam menyelesaikan masalah. Maju terus anakku Ikhsan, raihlah cita-citamu untuk menjadi ahli ROBOTICS, langkah kecilmu berarti besar buat dunia.